Ayo kita ketahui apa dan mengapa muncul alasan Amerika membela
Israel dan selalu membantu Israel untuk menyerang Palestina. Dan jangan
pernah
mengharap Amerika mau membantu Palestina, karena itu mustahil.
Ketika masyarakat dunia menentang dan mengutuk serangan Israel ke
Palestina yang telah mengakibatkan banyak korban jiwa yang mayoritas
adalah warga sipil. Disaat yang sama Obama, Presiden Amerika Serikat
membela Israel, dan mengatakan bahwa Israel mempunyai hak untuk membela
diri dari serangan roket Hamas-Palestina. Anda bisa
googling untuk menemukan informasi itu benar atau tidak.
Menurut pantaun
silontong, ada beberapa hal mengapa Amerika
selalu membantu Zionis Israel. Jika kita merujuk kepada aspek sejarah,
maka kita akan memahami mengapa ‘Gedung Putih’ selalu berpihak kepada
Israel, sedikitnya ada 66 fakta sejarah yang bisa dijadikan referensi.
Seperti dilansir dari
eradajjal.blogspot.com yang merilis hubungan emosional Amerika dan Israel dalam lintasan sejarah.

#1- Sesaat setelah perjanjian Balfour di tandatangi pada tanggal 2
Februari 1917, presiden Amerika langsung memberikan konfrensi pers:
“saya pribadi dan atas nama presiden, sangat bangga dengan sikap Negara
koalisi dan rakyatnya yang setuju dengan berdirinya Negara komonoleth
yahudi Israel di Palestina dan saya sendiri mendukung secara mutlak
berdirinya Negara Israel “.
#2- Pada tanggal 11 September 1922: senator dan konggres Amerika
mengeluarkan keputusan tentang dukungan penuh mereka atas berdirinya
Negara Israel di Palestina untuk menampung bangsa yahudi yang tersebar
di dunia.
#3- Pada tanggal 11 Mei 1942: konfrensi zionis internasional di
selenggarakan di hotel Baltimore New York yang mengeluarkan keputusan
bersama untuk merubah Palestina menjadi Negara yahudi, mengusir semua
warga arab yang ada di dalamnya dan kalau mereka menolak atau melakukan
perlawanan, maka harus di atasi dengan kekuatan militer. Melihat
keputusan itu, Presiden Amerika pada waktu itu Roosevelt langsung
memberikan dukungan atas hasil konferensi zionis itu.
#4- Pada tanggal 16 Maret 1945: Presiden Amerika Roosevelt mengadakan
pertemuan dengan salah satu Ketua Zionisme DR. Stephan Weiz. Melalui
pertemua itu Presiden Amerika menjelaskan bahwa sesungguhnya ia sebagai
presiden sudah mempunyai sikap yang jelas dan tegas terhadap rencana
zionisme yang sudah ditulis dalam surat resmi pada Oktober 1944. Surat
itu sendiri dikirim langsung kepada salah satu anggota Konggres dari
partai Demokrat di wilayah New York. Dalam surat itu ditegaskan tentang
semua program kerja partai Demokrat khusus nya untuk tahun 1944,
khususnya tentang sikap mereka terhadap program eksodus dan migrasi
yahudi ke Palestina dan mendirikan Negara yahudi di Palestina.
#5- Pada tanggal 16 Agustus 1945: Presiden Amerika Truman memberikan
dukungan penuh untuk mengeksodus sebanyak mungkin orang yahudi ke
Palestina, hal itu ia sampaikan dalam sebuah konferensi pers.
#6- Pada tanggal 31 Agustus 1945: Presiden Amerika Truman mengirim
surat resmi kepada Perdana Menteri Inggris Clamant Attlee, yang isinya
meminta kepadanya agar segera mengizinkan 100 ribu yahudi yang selamat
dari ancaman pemusnahan Hitler dan kabur ke Inggris untuk segera di
kirim ke Palestina.
#7- Pada tanggal 5 Mei 1946: Presiden Amerika Truman menekan Perdana
Menteri Inggris untuk menerima 100 ribu pendatang yahudi di Palestina
dan Amerika menjanjikan akan membantu proses eksodus mereka dengan
mendatangkan kapal laut yang besar untuk mengangkut semua yahudi itu.
#8- Pada tanggal 14 Oktober 1946: Truman juga mengeluarkan surat
keputusan yang isinya menganjurkan semua orang yahudi ke Palestina tanpa
menunggu hasil akhir proses politik dan militer tentang penjajahan
Palestina oleh Inggris.
#9- Pada tanggal 29 November 1947: Amerika Serikat melakukan tekanan
intensif kepada beberapa Negara, untuk mendukung voting pemecahan
Palestina untuk menjadi dua wilayah antara yahudi dan bangsa arab.
Delegasi Negara-negara yang mendapat tekanan Amerika adalah Haiti,
Liberia dan lainnya. Yang seandainya Negara-negara tersebut menolak
pembagian Palestina, maka rencana itu akan gagal.
#10- Pada tanggal 14 Mei 1948: hanya berselang 10 menit terbentuknya
Negara Israel , Presiden Amerika Truman langsung mengumumkan sikap resmi
negaranya dengan mengakui Negara Israel dan langsung membuka hubungan
diplomatic secara resmi.
#11- Pada tanggal 29 Mei 1965: Komisi Hubungan Luar Negeri di
Konggres Amerika memutuskan untuk mengurangi bantuan kepada pengungsi
Palestina sebesar 5%.
#12- Pada tanggal 12 Juni 1966: pemerintah Amerika serikat menekan
Badan Keamanan PBB agar menghentikan bantuan kemanusiaan kepada
pengungsi Palestina yang melakukan pelatihan militer dan membentuk
milisi perlawanan kepada Israel . dan menghapus semua nama mereka dan
keluarganya yang mengikuti latihan dan pendidikan militer dari daftar
nama yang berhak atas bantuan kemanusiaan dari UNHCR.
#13- Pada tanggal 2 Agustus 1966: Presiden Amerika Johnson
menjelaskan bahwa politik Amerika Serikat akan terus mendukung
eksistensi Israel dan akan membantunya untuk menjadi Negara super power
di kawasan Timur Tengah.
#14- Pada tanggal 3 Oktober 1966: Amerika Serikat mengajukan proyek
perdamaian antara Suria dan Israel dan tuntutan agar keduanya jangan
melakukan hal-hal yang akan menjadikan situasi keamanan di kawasan Timur
Tengah memanas. Melihat kelicikan yang diinginkan oleh Amerika itu,
akhirnya Uni Sovyet menggunakan hak vetonya untuk menjegal rencana
Amerika.
#15- Pada bulan January 1979: Presiden Amerika dalam sebuah
pertemuannya dengan para tokoh terkemuka zionis Amerika menegaskan bahwa
Negara paman sam itu sampai sekarang tidak akan membuka peluang
pembicaraan dengan PLO (Palestine Liberation Organization).
#16- Pada tanggal 7 Juni 1982: beberapa politisi Amerika yang
dipimpin oleh Wakil Presiden melakukan lobby untuk menggagalkan resolusi
sanksi bagi Israel .
#17- Pada tanggal 12 Juni 1982: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat
Alexander Heed menegaskan bahwa negaranya tidak akan menekan Israel
untuk keluar dari Lebanon.
#18- Pada tanggal 15 Oktober 1982: pemerintah Amerika memutuskan
untuk menghentikan bantuannya kepada IMF karena mereka lebih focus untuk
membantu perekonomian Israel .
#19- Pada tanggal 11 Desember 1982: salah seorang juru bicara
hubungan luar negeri Amerika menegaskan bahwa hubungan diplomasi antara
Israel dan Amerika masih tetap berjalan dengan baik.
#20- Pada tanggal 21 February 1983: Presiden Amerika Ronald Regan
meminta kepada seluruh Negara-negara Arab agar menerima eksistensi
Israel sesuai dengan realitas yang ada.
#21- Pada tanggal 19 Oktober 1983: Amerika mengancam akan keluar dari
DK PBB dan akan menghentikan bantuan financialnya kepada Badan Dunia
itu, kalau DK PBB tidak menerima usulan dari delegasi Israel .
#22- Pada tanggal 19 Oktober 1983: pemerintah Amerika menjelaskan
bahwa mereka memutuskan untuk meningkatkan hubungan diplomasinya dengan
Israel dengan menutup semua perbedaan persepsi dalam peranan Israel di
Lebanon.
#23- Pada tanggal 12 November 1983: Presiden Amerika Ronald Regan
menegaskan kepada Perdana Menteri Israel sikap Washington yang tetap
konsisten dalam menjaga keamanan Israel
#24- Pada tanggal 4 Desember 1983: Ronald Regan kembali menegaskan
hubungan diplomasi kedua Negara yang terus membaik. Dan sikap negaranya
yang akan terus membantu menjaga keamanan Israel dan melawan semua hal
yang mengancam keamananannya.
#25- Pada tanggal 20 September 1984: Amerika mengancam akan keluar
dari Forum Kesatuan Parlemen internasional kalau forum itu mengeluarkan
keputusan yang mengecam Israel dengan menyebutnya sebagai Negara
rasisme.
#26- Pada tanggal 1 Oktober 1984: Konggres Amerika menyetujui untuk
memindahkan Keduataan Besar mereka dari kota Tel Aviv ke kota Jerusalem
di Palestina.
#27- Pada tanggal 28 Oktober 1984: dalam sebuah seminar yahudi Amerka
Presiden Ronal Regan menegaskan bahwasanya Israel adalah Negara koalisi
strategis dan sahabat Amerika. Dalam kesempatan itu juga, Regan
mengecam orang yang menyamakan Israel dengan Negara rasis, karena
menurutnya justru dengan berdirinya Israel , yahudi di dunia bisa
kembali kepada hokum mereka secara orisinalitas yang mereka tegakan di
atas tanah yang sudah dijanjikan Tuhan kepada bangsa itu.
#28- Pada tanggal 15 Mei 1985: Menteri Luar Negeri Amerika menegaskan
bahwa Washington akan terus menghalangi usaha sebagian kalangan untuk
membentuk Negara Palestina merdeka.
#29- Pada tanggal 30 September 1985: Ronald Regan menyetujui aksi
militer Israel terhadap rumah kediaman ketua PLO di Tunisia sebagai
bagian melindungi diri dari aksi teroris.
#30- Pada tanggal 18 February 1986: Amerika menolak permintaan ketua
PLO agar Amerika mengakui hak bagi rakyat Palestina untuk menentukan
nasibnya sendiri.
#31- Pada tanggal 16 February 1987: Presiden Ronal Regan memberikan
hak istimewa kepada Israel dalam kesatuan Negara-negara Atlantik
walaupun Israel bukan anggota Negara atlantik.
#32- Pada tanggal 16 February 1988: Juru Bicara Gedung Putih
menyatakan bahwa politik Amerika tetap pada persepsi lamanya tentang
hakikat perdamaian di Timur Tengah yaitu semua rakyat Palestina dan
bangsa arab dan muslim agar melepaskan tanah Palestina kepada Israel ,
kalau itu terpenuhi, maka berarti perdamaian di kawasan itu akan cepat
terwujud.
#33- Pada tanggal 1 Maret 1988: salah satu Organisasi Amerika di
bawah PBB meminta agar menghapus keanggotaan PLO dan kantornya di PBB.
Mereka juga menuntu agar menyeret seluruh anggota PLO ke pengadilan
internasional.
#34- Pada tanggal 10 Maret 1988: Pemerintahan Amerika secara sepihak
menutup kantor perwakilan PLO di PBB yang mereka berlakukan sejak
tanggal 21 Maret 1988. keputusan itu tanpa memperhatikan semua
kesepakatan internasional.
#35- Pada tanggal 17 Mei 1988: Presiden Amerika Ronald Regan dan
Menteri Luar Negeri George Solutes menegaskan bahwa sulosi terakhir dari
konflik di Palestina terletak pada keseriusan bangsa arab untuk
melepaskan tanah Palestina untuk bangsa yahudi.
#36- Pada tanggal 27 Juli 1988: Konggres Amerika menyetujui keputusan
pemerintah untuk memindahkan kedutaan Besar mereka dari kota Tel Aviv
ke AL Quds (Jerusalem).
#37- Pada tanggal 28 Juli 1988: Konggres Amerika menyetujui alokasi
biaya pembangunan dua gedung keduataan Amerika di Tel Aviv dan
Jerusalem.
#38- Pada tanggal 12 Juli 1988: Dewan Pimpinan Pusat Partai Republik menolak terbentuk Negara Palestina merdeka.
#39- Pada tanggal 5 Oktober 1988: pemerintah Amerika memutuskan untuk
memberikan Kekebalan Diplomasi kepada anggota utusan militer Israel di
Washington.
#40- Pada tanggal 2 November 1988: salah seorang pembantu Presiden
George Bush menyatakan bahwa koalisi strategis antara Amerika dan Israel
merupakan kunci utama perdamaian di kawasan Timur Tengah, tetapi
walaupun demikian Bush tetap mempunyai sikap yang tidak akan berubah
untuk menolak terbentuknya Negara Palestina merdeka.
#41- Pada tanggal 15 November 1988: Departemen Luar Negeri Amerika
mengumumkan bahwa Amerika tidak setuju dengan susulan pembentukan Negara
Palestina merdeka, karena hal itu berarti mengakui kepastian masa depan
wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza. Padahal kedua wilayah itu masih ada
dalam persengketaan antara Israel dan Palestina yang baru bisa
diselesaikan dalam meja perundingan.
#42- Pada tangga; 25 November 1988: Amerika melarang pemimpin PLO
yang mereka akui sebagai presiden Palestina untuk masuk ke Amerika guna
memberikan sambutan dalam sidang umum DK PBB.
#43- Pada tanggal 30 November 1988: mayoritas anggota DK PBB dengan
suara voting 151 suara mengakuai resolusi tentang pengakuan hak bagi
Pemimpin PLO Yaser Arafat untuk berpartisipasi dalam pertemuan anggota
DK PBB. Tetapi Amerika dan Israel menolak resolusi itu dengan alasan
karena Yaser Arafat tidak mendapatkan visa dari pihak keimigrasian
Amerika.
#44- Pada tanggal 1 Mei 1989: pemerintah Amerika menegaskan tetap
menolak keanggotaan Palestina dalam WHO (World Health Organization)
sebagai anggota tetap dalam organisasi itu.
#45- Pada tanggal 15 Mei 1989: Konggres Amerika menyetujui untuk
menghentikan semua bantuan financial bagi PBB dan bantuan kemanusiaan
bagi seluruh organisasi di bawah PBB kalau DK PBB mengakuai keanggotaan
Palestina dalam dewan.
#46- Pada tanggal 22 Juni 1989: Presiden Amerika George Bush
menegaskan kepada anggota Konggres yang mendukung Israel bahwa Amerika
akan tetap memberikan dukungan penuh kepada Israel baik secara
financial, politik, diplomasi dan juga militer.
#47- Pada tanggal 7 February 1990: Presiden Amerika George Bush
menekan Uni Soviet agar meresmikan hubungan diplomatic dengan Israel dan
memberikan izin kepada yahudi Uni Soviet untuk migrasi ke Israel
melalui jalur penerbangan langsung dari Moscow ke Tel Aviv dengan biaya
pemerintah Uni Soviet.
#48- Pada tanggal 22 February 1990: dari 100 senator, 84 diantaranya
mendukung Israel untuk menjadikan kota Al Quds (Jerusalem) sebagai
Ibukota Negara yahudi itu.
#49- Pada tanggal 3 April 1990: Presiden Amerika George Bush
mengumumkan dukungannya terhadap proyek eksodus dan migrasi yahudi Uni
Soviet ke Palestina. yang menurutnya proses migrasi itu merupakan
kejadian yang bersejarah dalam abad modern ini sebagai bukti keseriusan
Amerika untuk memberikan pembelaan terhadap Hak Asasi Manusia bagi
setiap insane atas hak-haknya terutama bangsa yahudi agar mendapatkan
hak kembali di Palestina. selain itu Bush tetap menerukan tekanannya
kepada Uni Soviet agar memberikan fasilitas penerbangan langsung Moscow
Tel Aviv.
#50- Pada tanggal 23 April 1990: Konggres Amerika menyetujui usulan
Israel untuk menjadikan kota Al Quds sebagai Ibukota Israel .
#51- Pada tanggal 18 Juni 1990: Konggres Amerika Serikat menyetujui
resolusi yang sudah disepakati oleh Senator yang menuntut agar semua
anggota DK PBB untuk menghapus resolusi PBB yang menyamakan antara
Negara Israel dengan rasisme.
#52- Pada tanggal 19 Juni 1990: Konggres Amerika dan anggota senat
meminta kepada pemerintah Amerika agar menekan seluruh anggota PBB dan
DK PBB agar segera melakukan sidang umum untuk menghapuskan resolusi PBB
tahun 1975 yang menyatakan Israel sebagai Negara rasis.
#53- Pada tanggal Desember 1990: DK PBB mengundur pelaksanaan
sidangnya tetang proses perdamaian Timur Tengah karena tuntutan Amerika
untuk menghapus pasal dalam resolusi PBB tentang pernyataan rasisme
Israel .
#54- Pada tanggal 12 Desember 1990: Pemerintah Amerika menjanjikan
terhadap Moscow untuk memberikan pinjaman sebesar 1 milyard US dollar
atas jasanya menerbangkan 360 ribu yahudi Uni Soviet pada tahun 1989.
#55- Pada tanggal 19 Juni 1991: Konggres Amerika mengancam akan
menghentikan bantuan militernya kepada Jordania dan mengembargonya kalau
tidak mengakui eksistensi Israel dan melakukan pertemuan perundingan
dengan Negara yahudi itu sebagai usaha perdamaian antara kedua Negara.
#56- Pada tanggal 14 Juli 1993: Menteri Pertahanan Amerika
mengeluarkan pernyataan bahwa Amerika tetap terikat untuk terus membantu
Israel secara intensif dan berkelanjutan dalam menghadapi setiap
ancaman terhadap Negara itu. Selain itu Amerika juga akan terus
meningkatkan hubungan diplomatic strategisnya dengan Israel , agar
keamanan Israel tetap terjamin.
#57- Pada bulan Oktober 1995: Konggres dan Parlemen Amerika
mengeluarkan keputusan yang berisi bahwa salah satu kebijakan politik
luar negeri Amerika yang harus segera direalisasikan adalah eksistensi
kota Al Quds (Jerusalem) sebagai Ibukota Israel dan harus segera
memindahkan kedutaan besar Amerika ke kota itu dari Tel Aviv paling
lambat akhir Mei 1999.
#58- Pada tanggal 14 February 1997: Perdana Menteri Israel Netanyahu
sangat marah dengan penjualan 100 pesawat tempur F 16 Amerika kepada
Arab Saudi. Menurutnya kalau penjualan pesawat terlaksana, berarti
Amerika tidak konsisten dengan kerja sama strategis Israel Amerika dan
masih menurutnya pula penjualan pesawat tempur canggih kepada selain
Israel di kawasan Timur Tengan akan mengancam perdamaian di kawasan itu.
Melihat reaksi keras seperti itu, maka Presiden Amerika Serikat Bill
Clinton langsung menghubungi Netanyahu untuk meyakinkan bahwa penjualan
pesawat tempur F 16 kepada Arab Saudi akan dibatasi oleh kepentingan
keamanan Israel sendiri dan menurutnya sejauh ini kerja sama militer
Washington – Riyadh justru untuk menjaga keamanan Israel dari segala
ancaman Negara yang tidak simpatis dengan Israel . pada kesimpulannya,
Clinton berusaha meyakinkan Netanyahu bahwa Amerika tidak akan
membiarkan Arab Saudi untuk menggunakan F 16 – nya sebagai alat untuk
menyerang Israel .
#59- Pada tanggal 8 Oktober 1997: Menteri Luar Negeri Amerika
Madeline Albright mengumumkan daftar gerakan dan organisasi perlawanan
Palestina yang dikategorikan sebagai gerakan teroris: Harokah Muqowamah
Islamiyah (Hamas), Hizbullah Lebanon, Jihad Islami, Front Pembebasan
Rakyat Palestina, Qiyadah Ammah, Front Kemerdekaan Palestina, Milisi
Nayeef Hawatimah dan Milisi Abu Nidhal.
#60- Pada tanggal 28 April 1998: Bill menyambut hangat dan gembira
peringatan berdirinya Negara Israel yang ke 50. dalam acara peringatan
yang dilaksanakan di halaman Gedung Putih, ia memberikan sambutan dengan
mengatakan: “kita bangsa besar Amerika sudah menyaksikan bersama
perjalanan sejarah yang sangat membanggakan dalam perjalan bangsa ini,
salah satu yang harus membuat kita bangga adalah karena kita merupakan
Negara pertama yang mengakui berdirinya Negara Israel “.
#61- Pada tanggal 16 Juni 1998: pasca serangan pejuang Palestina ke
pemukiman yahudi, Presiden Clinton langsung memberikan konferensi Pers
dengan mengatakan: saya dan atas nama seluruh bangsa Amerika ikut
berduka cita yang sedalam-dalamnya terhadap Israel yang pagi tadi
mendapat serangan teroris untuk yang kesekian kalinya”.
#62- Pada tanggal 23 Februari 1999: salah seorang pembantu Menteri
Luar Negeri Amerika untuk masalah Timur Tengah – dalam sebuah seminar
yang diadakan oleh Dewan Yahudi internasional – mengatakan: perdamaian
antara Israel dan suria akan sangat membantu kepentingan strategis
Amerika di kawasan itu.
#63- Pada tanggal 13 Juni 1999: pemerintah Otoritas Palestina
menyetujui untuk mengundurkan Konferensi Jenewa tentang pelanggaran hak
asasi manusia yang dilakukan oleh Israel , karena mendapat tekanan kuat
dari Washington. Dalam anggota konggres sendiri sekitar 365 di antara
mereka mendukung kebijakan politik Menteri Luar Negeri Amerika yang
menentang konferensi itu dan hanya 5 orang yang mendukung terlaksananya
konferensi. Selian itu anggota konggres juga menekan Sekjen PBB Koffi
Annan dan pemerintah Swiss untuk tidak membantu dan memfasilitasi
berlansungnya konferensi itu.
#64- Pada tanggal 20 January 2000: Perdana Menteri Israel Ehud Barak
meminta kepada Presiden Amerika Bill Clinton untuk secara intensif
menghentikan segala bentuk perlawanan Palestina yang merepotkan Israel
khususnya di selatan Lebanon.
#65- Pada tanggal 30 Juni 2000: Presiden Amerika Bill Clinton
mengancam akan merevisi sikap dan hubungan Amerika dengan rakyat
Palestina kalau merekamengumumkan Negara Palestina merdeka secara
sepihak.
#66- Selama masa kepresidenan Bush Junior (George Walker Bush) sampai
bulan Maret 2003 ini telah mengeluarkan sekitar 150 kebijakan politik
khususnya dalam negeri untuk membantu menanggulangi krisis ekonomi dan
politik Israel dan 150 resolusi yang mengenyampingkan hak-hak rakyat
Palestina terhadap tanahnya.Bahkan lebih dari itu, dalam setiap resolusi
itu, Amerika terus mengecam aksi perlawanan rakyat Palestina terutama
aksi bom syahid. Mereka juga telah memasukan Jihad Islami, Hamas,
Hizbullah dan hampir semua pergerakan perlawanan Palestina dalam daftar
organisasi teroris internasional yang akan diperangi oleh Amerika.Selain
itu, mereka juga menangkapi puluhan warga arab yang bermukim di AS
sejak puluhan tahun silam. Di antara mereka yang ditangkap adalah DR
Sami Al Aryan yang berasal dari Palestina dengan tuduhan mendukung
gerakan perlawanan Palestina baik politik ataupun dukungan financial.
Selain itu Amerika jug sering kali menggunakan hak vetonya di DK PBB
untuk menjegal semua resolusi Dewan yang merugikan Israel walaupun
resolusi itu hanya sebatas mengutuk tindakan Israel terhadap rakyat
Palestina dan Lebanon pada masa tahun itu.
Itulah beberapa sejarah yang ada, dan wajar jika sikap Obama saat ini
memihak Israel, karena Obama sendiri pun ternyata sebagai orang Yahudi
juga.
Sumber: http://silontong.com/2014/07/16/66-alasan-dan-fakta-kenapa-amerika-membantu-israel-dan-membelanya/